Kisah Seekor Harimau yang Tersesat di Plasa Senayan – 1

Ilustrasi oleh Faya Falicya | Traditional art/ Painting/ Watercolor on paper/ digital editing

Ilustrasi oleh Faya Falicya | Traditional art/ Painting/ Watercolor on paper/ digital editing

MioMio, harimau bengali putih berumur enam bulan itu kebingungan. Dia bosan menunggu ibunya yang sedang menghibur penonton dengan atraksi melompati lingkaran api. MioMio ingin ikut bermain di depan penonton, tapi Mio masih terlalu kecil untuk ikut.

Lalu dia mengikuti bau kopi yang sedap. Pak Charlie, pelatihnya, suka minum kopi dan kadang memberikan sedikit untuk Miomio. Pahit sih awalnya, tapi Mio suka aromanya.

Kaki kecil mio melangkah pelan-pelan lewat rimbunan pohon-pohon di sekitar stadion besaar yang MioMio tak tahu namanya. “Orang di negara ini lucu,” pikir MioMio. Di negara lain, kalau Mio sedang bersama Pak Charlie, orang-orang akan melihatnya dengan takjub lalu mendekat takut-takut untuk mengelus bulunya. Tapi di tempat ini mereka malah sibuk menatap layar kecil di tangan dan tak menyadari langkah seekor macan gendut kecil warna putih.

Bau kopi itu berujung di sebuah lapangan kecil yang dikelilingi beringin. Satu, dua, tiga, empat. Pak Charlie sudah mengajari Mio berhitung dan angka-angka, tapi dia tidak mengajari Mio membaca. Jadi, Mio tahu ada empat beringin, tapi tidak tahu dia dimana. Pokoknya ada angka lima, angka nol, angka sembilan dan angka nol lagi. 5090.

Lalu Mio sampai ke tempat yang bau kopinya sangat kuat itu. Waah, MioMio suka!! Mio berguling-guling di lantai menikmati bau kopi sampai bosan. Sudah bosan, dia memutuskan berjalan-jalan mengelilingi bangunan besar itu. Soalnya di dalam bangunan ini dingin sekali, Mio kan tadi gerah berjalan jauh di bawah matahari.

Di geding itu ada anak-anak yang memakai sepatu beroda. Anak yang lebih kecil didorong dalam kereta kecil. Ibu-ibu yang memakai egrang kecil di sepatunya. Mungkin mereka juga pemain sirkus seperti aku, pikir MioMio.

MioMio melihat tangga, lalu melompat naik. Eh, tangganya bergerak! Mio kaget. Dia mengaum keras. Orang-orang yang cuek itu baru tersadar ada harimau bersama mereka setelah mendengar auman MioMio. Mereka melihat Mio, lalu panik lintang pukang. Perempuan-perempuan yang memakai sepatu sangaaaat tinggi itu berlari dengan gerakan lucu. Mio yang tadinya kaget jadi tertawa melihatnya.

Lalu ada beberapa bapak-bapak dengan pakaian yang sama, berlari ke arah MioMio. Mereka membawa pentungan. Muka mereka garang. Mio takut. Mio lari.

[Bersambung]

UPDATE 11.07.2012: Ilustrasi cantik dari adike sebagai kado ulangtahun. Gambar bagus! Kini kita bisa melihat rupa MioMio (Aduh kasihan dia ketakutan!)

One thought on “Kisah Seekor Harimau yang Tersesat di Plasa Senayan – 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>