House for Everyone: rumah gratis untuk siapa saja*

Dua gadis bule dengan kaos dan ransel menjemput kami di depan Stasiun Lempuyangan. Mereka akan membawa kami ke “the house”, rumah di lokasi rahasia yang akan menjadi tempat tinggal kami di Yogyakarta 2 hari ke depan. Kami sudah mendapat izin melalui telepon untuk tinggal di rumah itu gratis.

Setelah berkenalan, kami pun berjalan mengikuti mereka masuk ke gang-gang di seberang stasiun Lempuyangan. Lokasi rumah ini dirahasiakan dan kami hanya boleh datang ke rumah itu bersama penjemput.

Beberapa ratus meter kemudian, kami sampai di sebuah rumah di gang sempit. Rumah ini tidak punya halaman, setelah pintu langsung ke gang di tengah perkampungan.

Pajangan di ruang makan.
Pajangan di ruang makan.

Di dalam rumah belasan bule tengah mengobrol dengan bahasa Rusia di ruang tengah yang penuh dengan aneka peta dan berbagai pengumuman dalam aksara Rusia. Pintu depan bagaikan pintu ke mana saja Doraemon yang memindahkan saya dari kampung Jogja yang guyub ke sebuah gulag di Rusia.

Tiga kamar tidur di rumah ini berisi beberapa tenda kecil, tali jemuran baju dan kantong tidur yang digelar di sana sini. Ada dapur kecil lengkap dengan sekardus sayuran, dua kamar mandi dengan petunjuk cara mandi menggunakan gayung.

Rumah ini adalah House for Everyone, rumah singgah untuk semua pejalan. Anton Krotov, penggagasnya, adalah seorang selebriti-pejalan yang cukup terkenal di Rusia. Anton memperkenalkan konsep perjalanan yang semurah mungkin dengan cara menumpang kendaraan, dan menumpang tempat tinggal di kota-kota yang dia kunjungi di seluruh dunia.

Karena terbiasa bepergian dengan murah, Anton pun punya ide memberikan tempat tinggal gratis yang bisa digunakan oleh semua orang. Caranya, sembari mengunjungi suatu negara, Anton menyewa sebuah rumah yang bebas digunakan oleh para pejalan. Anton Krotov telah membuka House for Everyone di Dushanbe (Tajikistan), Istanbul, Sevastopol (Ukraina), Berlin dan tempat-tempat lain yang dia kunjungi.

*Meskipun namanya rumah untuk semua orang, ternyata tidak semua orang boleh tinggal di rumah ini. “Rumah ini hanya untuk orang baik, bukan untuk pendosa,” kata Anton dalam pengumumannya tentang House of Everyone di Travel Club.

Anton menegaskan bahwa rumah ini bukan hotel, tidak akan ada pelayanan. Semua penghuni harus bisa mandiri mengurus dirinya sendiri dan berpartisipasi untuk kepentingan bersama. “Kemandirian adalah kunci kebahagiaan,” kata dia.

Salah satu aturan rumah.
Salah satu aturan rumah.

Mereka yang ingin tinggal di rumah harus mematuhi peraturan yang sudah ditetapkan. Daftar peraturannya antara lain:

– Harus patuh terhadap manajemen yang diketuai Anton Krotov sebagai Direktur, atau penggantinya yang dia tunjuk.
– Dilarang keras minum alkohol dan membawa alkohol ke dalam rumah. Barangsiapa ketahuan minum atau membawa alkohol akan diusir dari rumah dan dilarang masuk selamanya. (juga berlaku untuk narkoba)
– Dilarang keras merokok di dalam rumah atau di sekitar rumah.
– Dilarang berkeliaran di sekitar rumah tanpa tujuan, apalagi berkeliaran telanjang dada atau berbikini.
– Jangan berisik jam 21.00-06.00. Waktu tidur menyesuaikan dengan arahan Direktur (biasanya jam 22.00).
– Semua penghuni bertanggung jawab menjaga kebersihan dan kerapian rumah.

Sebagai tempat tinggal bersama, semua fasilitas di rumah bisa digunakan oleh semuanya, tapi semua orang juga diwajibkan ikut mengurus rumah. Jika mampu, penghuni diharapkan memberikan donasi berupa uang yang akan digunakan untuk belanja keperluan rumah. Tidak memberi donasi pun tak apa.
IMG_6807

Saat saya menginap di sana bulan April lalu, ada sekitar 11 penghuni di rumah itu. Anton Krotov sedang bepergian ke Flores, maka rumah diatur oleh Ekaterina. Semua orang di sana, termasuk Nenad, bicara dengan bahasa Rusia. Beberapa orang bisa bahasa inggris, beberapa berbahasa inggris terbatas, tapi mereka nampaknya lebih suka bicara bahasa Rusia. Di buku tamu, semua menulis kesan pesannya dengan aksara Rusia. Tinggallah saya diam di pojokan membaca buku tulisan Anton tentang cara hitchhiking yang baik dan benar.

Tidak ada tempat tidur atau kasur di sana. Ketika malam tiba, saya menggelar kantong tidur dan tidur di salah satu kamar bersama 6 orang lainnya.

Satu dari tiga kamar untuk tidur.
Satu dari tiga kamar untuk tidur.

Saat bangun pagi harinya, Ekaterina sudah memasak nasi goreng sayuran dan mengajak kami semua sarapan. Dia juga menyediakan teh panas sepanci besar. Setelah makan, saya membantu mencuci piring dan menyapu dapur sambil berpikir, “inikah rasanya kehidupan komunal?”

Foto bersama dengan para penghuni saat kami berpamitan pulang.
Foto bersama dengan para penghuni saat kami berpamitan pulang.

Kalau penasaran, buruan kesana karena rumah singgah yang telah dibuka sejak awal Maret ini hanya akan ada di Jogja hingga 25 Mei 2015. Syarat lengkapnya dan bagaimana menuju rumah tersebut ada di link ini.

3 thoughts on “House for Everyone: rumah gratis untuk siapa saja*

  1. Siang pak dgn saya cintami saya dan tmn sy mbak monik mau singah di rmh bpk di jogja.tgl 1 sep 2016 jm 7.kereta km br sampai di lempuyungan apa ada transportasi ke sana or bisa di jemput😁😁 .terimakasih. just info km berkerja di rs siloam semanggi tenaga non medis. Blh mintabno tlp rmh singah ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>