Dua Vampir Beda Dunia

Dua film, satu tema. Kisah cinta antara vampir dan manusia. Vampir yang muncul tanpa taring dan jubah hitam. Si manusia menerima vampir apa adanya, dan sang vampir tak ingin mengajak pasangannya jadi vampir juga. Mereka sama-sama tinggal di sebuah kota kecil dingin suram tanpa matahari. Dua vampir ini juga bisa melompat-lompat kian kemari dengan bebas lepas. Salah satu kemampuan yang akan mereka gunakan untuk melindungi orang-orang terkasih.

Tapi dua film yang kunikmati minggu ini, mengemas kisah itu menjadi sangat jauh berbeda. Seperti beda antara jamu yang murah pahit tapi menyembuhkan dan softdrink yang mahal manis tapi merusak kesehatan. Twilight dan Let The Right One In.

Twilight diliputi cahaya terang. Sang vampir berwajah superganteng dan kulitnya berkilauan diterpa cahaya matahari. Vampir yang selalu necis itu hidup di rumah mewah dengan pemandangan luar biasa ke arah hutan -penyuplai makanan. Edward tinggal bersama keluarga Cullens yang mendukung dan mencintainya. Mereka berhasil menahan nafsu membunuh dan bertahan hidup hanya dengan memangsa hewan. Edward tak butuh tidur maka dia pergi ke sekolah -bahkan mengkoleksi toga wisudanya- bermain piano dan baseball saat senggang. Sepertinya bagi mereka keabadian adalah berkah. Hidup terasa mudah.

Let Your Right One In adalah kelam. Sang vampir terjebak dalam tubuh gadis kecil berusia 12 tahun bernama Eli. Eli selalu nampak kumal, kurus dan berjalan dengan canggung. Alih-alih pergi ke sekolah, Eli tinggal sendirian dengan tubuh bergetar menahan lapar, haus darah. Dia tak punya siapa-siapa ketika pria tua yang tinggal bersamanya tertangkap polisi. Saat lapar tak tertahankan, Eli meloncat ke pundak korbannya untuk mempertahankan hidup. Waktu siangnya dihabiskan dengan tidur dalam bathtub, karena jika terkena cahaya matahari niscaya tubuhnya akan terbakar habis.

Tapi Twilight mampu meraup 200 juta dolar sementara Let The Right One In hanya mendapat 200 ribu saja. Padahal secara sinematografi, Twilight bukan apa-apa dibanding Let Your Right One In. Rating rottentomatoes untuk Twilight adalah 34 % dan 97% untuk Let The Right One In. Jauh!

Tapi entah bagaimana, ide vampir romantis vegetarian yang berkencan dengan manusia dalam Twilight berhasil membuatku keluar dari 21 Setiabudi dengan berbunga-bunga. Sedangkan Let Your Right One In benar-benar memukau dan berhasil membuatku merasa ngeri. Grand Indonesia yang sudah kosong saat film selesai waktu tengah malam makin menambah perasaan mencelos dalam hati.

Pada akhirnya, cintalah, yang menaklukkan dunia haha

*diposting di Wetiga dengan membajak leptop antonseptian*

18 thoughts on “Dua Vampir Beda Dunia

  1. Selamat atas kesuksesan kampanye rekan2 sesama dedemit di luar negeri sana.
    Turut mendoakan, kancah persyaitonan dalam negeri dapat meniru, dan berkembang pula. kekeke

    salam syaiton

  2. twilight… standar… tipikal…

    hampir g ada bedanya ama romeo dan juliet… vampir hanya bumbu doank…

    soal film vampir, yang paling ok ya “dracula”, yang ada keanu reeves ama wynona ryder… :D

  3. Halo sobat, salam kenal dari frizzy.
    Selamat Tahun Baru 2009, salam hangat dan sukses selalu buat mpunya blog dan pembacanya.
    Mampir-mampir ke tempatku yaa…

    Cheers, frizzy2008.
    Relaxing Articles Spa

  4. hehehehehe…..
    sempet panik ya waktu nggak bisa nemu pintu keluar dari grand indonesia di tengah malam gulita :p

    duh fame,
    yg let your right one in bener2 bikin aku hororrrrr….
    tapi edward cullen cakep banget je… nggak ku-ku…
    kayak msg dan empon-empon, kalo 2 film itu dibandingin
    hahahaha.

  5. mmm…mbul…km kan tau aku benciii horor…jadi…jadi…aku sebaiknya nonton let ur r8 1 in gag????huehuehue

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>